Jumat besok, AS dan Iran akan ke Swiss menandatangani kesepakatan penghentian Perang
![]() |
| Jumat besok, AS dan Iran akan ke Swiss menandatangani kesepakatan penghentian perang. Setelah 100 hari konflik |
ARTOSULAWESI.MY.ID - AS meninggalkan Israel dan Netanyahu. Trump menolak semua upaya Netanyahu untuk menggagalkan kesepakatan ini.
Dua hari lalu, Netanyahu berupaya menggagalkan kesepakatan dengan cara membom Lebanon. Trump kemudian memaki Netanyahu lewat telepon.
Kesepakatan ini membawa AS dan Israel ke lubang hitam, Iran berhasil menekan Trump dan Trump menekan Netanyahu. Iran mengatur situasi ini.
Dalam 30 dan 60 hari kedepan. AS harus mencabut semua sanksi atas Iran.
AS harus mencabut blokade Selat Hormuz, membayar kompensasi perang 300 miliar dolar. Mencairkan dana Iran tahap awal 25 miliar dolar.
AS berkomitmen tidak menggangu kedaulatan Iran kedepannya, tidak menyita Uranium, tidak ada term soal nuklir Iran secara ketat.
AS berkewajiban juga mematuhi perjanjian dengan mengontrol Netanyahu agar stop perang di semua front, termasuk Lebanon, Suriah, Gaza dan Irak.
Kerugian AS dalam perang ini termasuk biaya, korban, alutsista, kisaran di angka 85 -200 miliar dolar. Plus ganti rugi 300 miliar dolar, dan pencairan dana Iran 25 dolar.
Gara gara perang Iran tanpa hasil apapun, AS mengalami kekurangan stok amunisi yang diperkirakan hanya bisa kembali normal dalam waktu paling cepat 3 tahun kedepan.
Netanyahu walaupun menolak keras stop perang di Lebanon, sekarang tidak punya pilihan apapun. Perang di Lebanon harus stop, dan itu akan segera berdampak pada pemilu Israel Oktober nanti yang diprediksi akan membawa kekalahan terhadap Netanyahu.
Kalah perang, bisa jadi kalah pemilu, dan bisa berujung pada masuk bui karena kasus korupsi. Situasi yang tidak pernah dibayangkan Netanyahu sama sekali.
Trump akan mematuhi semua term dan kondisi karena MOU kali ini adalah kehendak AS. MOU penghentian perang ini adalah kebutuhan AS yang sangat mendesak.
Sanksi yang sudah dijatuhkan oleh AS puluhan tahun terhadap Iran harus segera diangkat. Minyak Iran akan bisa dibeli dengan dolar, eropa juga setuju mencabut sanksi ekonomi. Iran akan mendapatkan lebih banyak uang dan keuntungan secara global.
Selat Hormuz akan dibuka Iran, tapi tetap dibawah kendali Iran dan Oman. AS tidak berhak mengatur Selat Hormuz.
Saking banyaknya poin yang menguntungkan Iran, sebagian point malah tidak diumumkan oleh Trump ke publik, sengaja dirahasiakan biar tidak semakin kehilangan muka.
Negara negara arab nantinya juga akan ikut menanggung biaya reparasi dan rekonstruksi Iran pasca perang dengan AS. Ini mirip Jerman yang bayar kerugian perang karena kalah. Mirip Irak yang bayar ke Kuwait karena kalah perang. AS sekarang bayar ke Iran karena kalah perang.
Negara Iran masih tegak berdiri, ditengah puing puing pangkalan militer AS yang hancur di seluruh kawasan teluk. Yang setelah ini juga AS diharuskan angkat kaki dari wilayah yang berdekatan dengan Iran.
Israel bergolak di dalam negeri, semua pejabat Israel menilai MOU AS dan Iran adalah pelecahan dan kekalahan tak terhingga. Ramai ramai pejabat Israel menghina dan mengecam Netanyahu atas MOU AS dan Iran saat ini.
Proxi Proxi Iran masih berdiri tegak di seluruh kawasan itu, dan setelah ini, Iran masih akan menjadi induk semua gerakan bersenjata anti Israel di kawasan itu tanpa bisa diganggu.
Anda bisa menilai sendiri siapa yang kalah dan siapa yang menang dalam perang ini. Yang jelas bendera Republik Islam Iran masih berkibar sampai di lapangan bola piala dunia 2026.
Bendera yang berkibar dengan logo dan lambang Republik Islam Iran, bukan bendera Iran baru bikinan Pahlevi. Bukan rezim baru buatan AS. Pemerintah Iran masih kokoh dan kuat, dengan pimpinan tetap ayatollah Mojtaba Khamenei, bukan Pahlevi bukan siapapun pemimpin boneka buatan Trump atau Netanyahu.
Pukulan telak terhadap AS bukan hanya dimasa perang, tapi dengan berakhirnya perang ini, maka era hegemoni AS di asia Barat akan segera berakhir.
Perang ini akan melahirkan Iran sebagai pemain baru kawasan dan global, dengan lanskap timur tengah yang baru, yang lebih menguatkan posisi Iran dan semakin mengisolasi posisi AS dan Israel. (Tengku Zulkifli Usman), (Nico Indra S.)
(1).png)




Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungan Anda